Kerlip Memoar

The Simple Thing can be the happiness " Menikahimu, kukira bukan hanya perkara cinta. Ia adalah perkara bersetia pada janji memb...

The Simple Thing can be the happiness
"
Menikahimu, kukira bukan hanya perkara cinta. Ia adalah perkara bersetia pada janji membahagiakan sekuat-kuatnya, sebisa-bisanya. Itulah mengapa aku bekerja keras. Ini bukan janji, ini bukan gombalan, ini adalah ikhtiar untuk membuatmu menjadi seseorang yang istimewa. Aku merasa tidak punya apapun untuk bisa kamu banggakan, kecuali bahwa aku akan bekerja keras, sesuai janjiku pada ayah ibumu bahwa kamu, anak yang mereka sayangi tidak akan pernah merasa kelaparan dan takut akan hari esok. Sebagai lelaki hanya ini yang bisa aku lakukan.

Aku percaya kita bisa menghadapi hari paling tengik sementara kita berdua berdiri tegak dengan mandiri, Tidak mengandalkan siapapun kecuali satu sama lain. Tidak merengek tentang apapun kecuali pada yang Menciptakan Kita. Kamu adalah karang paling keras di samudera, sementara aku bebatuan paling bebal di pegunungan.

Membahagiakanmu berarti menjamin keselamatanmu, menjamin bahwa kamu akan punya rumah untuk ditinggali, menjamin bahwa kamu punya makanan untuk disantap, dan punya seseorang untuk diandalkan. Ia adalah hal paling sederhana yang bisa aku lakukan untuk menggenapkan sayangku padamu. Kamu tidak harus berdiam di rumah, kamu tentu bisa bekerja jika kamu ingin. Kamu boleh belajar balet, kamu boleh mendaki gunung, belajar cara memasak kimchi atau bahkan memulai les bahasa Rusia. Lakukan hal apapun yang menyenangkan hatimu, lakukan hal apapun yang membuatmu merasa menjadi manusia seutuhnya. Kamu adalah hal hal yang telah kamu taklukan sayangku.

Pernikahan, kukira, bukan soal siapa yang tinggal di rumah dan mesti mengalah. Pernikahan, kukira, adalah bagaimana kita tetap bisa bermain dan bersenang-senang seraya meningkatkan tanggung jawab. Kamu dengan segala kesenanganmu dan aku dengan segala kegilaanku. Kita adalah sepasang kekasih yang merayakan cinta dengan cara paling menakjubkan. Harapan tentang membahagiakanmu adalah satu satunya yang membuatku bertahan di Jakarta. Bertahan dari segala hiruk pikuk keluh kutuk jalanan yang membuat manusia lembek pulang kepelukan ibunya yang hangat. Aku tidak sedang berusaha menjadi heroik, aku sedang tidak berusaha menjadi kuat. Aku hanya sedang berusaha mewujudkan janji pada diriku sendiri untukmu.

Barangkali aku hanya membual, seperti yang biasa aku lakukan. Mungkin aku hanya bicara, seperti yang hanya bisa aku lakukan. Tapi boleh kan? Sekali saja dalam hidupku yang berantakan ini mempercayai satu hal. Bahwa mungkin kamu layak diperjuangkan, bahwa kamu layak dicintai dan lebih daripada itu harus dibahagiakan".

Tulisan ini dikirimkan kepada saya dengan aplikasi chat dari seorang yang begitu mengagumkan dalam hidup saya. Memang bukan tulisannya, tapi tetap saja romantis. Oh, begini cinta yang terbalaskan. Oh, begini dicintai.Terima kasih atas karunia Allah swt yang ingin saya terus libatkan dalam kebahagiaan ini.



My King
XP


Hope and destiny

You Might Also Like

0 la la words

Thank You for your comment. I am really apreciate it.
Just write down your link, i will visit you back. Come again :)

Flickr Images